Christian Education

 

Nama                          :Nathalie Paulina Alexandra Bora

Prodi                           : PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar)

Mata kuliah                 : Landasan Alkitabiah

Dosen pengampu        : Ms Judith Moulds

 

“KEHEBATAN TUHAN DALAM PENCIPTAAN DAN PEMELIHARAAN-NYA”

1.   Penciptaan

Pada mulanya dunia yang cantik ini nampaknya begitu kosong, Allah mengasihi kita dengan menciptakan segala sesuatu yang baik melalui Firmannya yang hidup. Ia menjadikan yang tiada menjadi ada semua karena kasih dan kuasa-Nya. Pada hari pertama Allah menciptakan gelap dan terang dan Ia memisahkan terang di siang hari dan gelap di malam hari. Hari kedua Allah berfirman lagi untuk menciptakan langit. Yang ketiga Allah menciptakan daratan dan lautan, Ia menghiasi daratan dengan beraneka ragam tumbuhan yang indah begitupun dengan lautan. Lalu yang ke empat Allah menciptakan benda-benda penerang untuk menghiasi langit dengan Indah berdasarkan karya-Nya yang luar biasa di antaranya adalah matahari yang menjadi sumber utama penerang di siang hari dan ada juga bintang dan bulan yang dihiasi di malam hari. Hari ke lima Allah menciptakan lagi semua ikan-ikan di dalam air dan burung- burung di udara, karena itu Allah tidak hanya mendandani segala sesuatu yang didarat tetapi Allah juga menghiasi lautan dan udara. Hari ke enam di mana Allah menciptakan binatang melata dan manusia.

 Allah menjadikan semuanya itu baik dan Dia sangat mencintai ciptaan-Nya. Manusia memiliki keunikan dibanding ciptaan lain. Allah menciptakan manusia dari debu dan tanah dan memberi akal budi. Allah memberi nama Adam. Karena Allah melihat Adam seorang diri, maka diciptakanlah seorang perempuan yang akan menjadi penolong bagi Adam yaitu Hawa dengan mengambil salah satu tulang rusuk Adam. Ketika Allah selesai menciptakan segala sesuatu, maka Ia memberkati ciptaan-Nya.

2.     Kejatuhan dalam dosa

Allah memberikan kehendak bebas bagi manusia untuk memilih mengikut Allah atau melanggar perintah Allah. Allah memberi perintah untuk tidak memakan buah terlarang di tengah taman itu. Ketika mendekati pohon itu, datanglah iblis dalam tubuh ular dan mulai menarik perhatian Hawa. Ular itu mulai merasuki pikiran Hawa dan Ia memutar balikkan perkataan Allah yang sebenarnya sehingga ia berkata “ Jika engkau memakan buah ini, engkau sama sekali tidak akan mati melainkan engkau akan menjadi seperti Allahmu”(Kejadian 3:4-5). Saat itu memang Hawa dan Adam tahu bahwa Allah melarang mereka untuk memakan buah ini, namun sayangnya ular terus menggoda Hawa. Hingga dengan diam-diam pikiran Hawa mulai teralih pada perkataan ular itu dan ia mengambil keputusan memakannya. Tiba-tiba tubuh mereka menjadi telanjang akibat ketidaktaatan mereka kepada perintah Allah. Mereka menjadi malu dan bersembunyi. Lalu Allah datang menghampiri mereka dan mempertanyakan apa yang mereka lakukan, akibat dosa yang telah masuk dalam tubuh mereka, mereka mempersalahkan satu sama lain seperti tidak menyadari dan mau membenarkan diri sendiri. Akibat dosa yang mereka lakukan karena ketidaktaan mereka, akhirnya Allah memberi konsekuensi dengan kutukan kepada ular itu dan kepada manusia itu. Allah berjanji bahwa Ia mengadakan permusuhan serta akan ada keturunan dari perempuan yang akan meremukkan kepala ular itu. Allah mengutuk ular itu dengan menjalar di tanah. Debu tanah akan menjadi makanannya sedangkan perempuan itu akan bersusah paya melahirkan serta keturunan Adam akan bersusah paya juga mencari nafkah memenuhi bumi.

 

3.     Kain dan Habel

Setelah kejadian Adam dan Hawa mereka mulai berkeluarga, dan menghasilkan keturunan bernama  Kain dan Habel. Kain adalah seorang petani sedangkan Habel adalah seorang pengembala kambing. Suatu hari mereka memilih untuk mempersembahkan hasil dari pekerjaan mereka kepada Tuhan. Habel mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambingnya dengan lemak-lemaknya juga. Kain hanya mempersembahkan sebagian dari hasil taninya.

 Tuhan menerima persembahan Habel dan membakar hangus persembahan Kain. Mulailah muncul iri hati dalam diri kain dan berusaha menyingkirkan Habel. Kain mengajak Habel untuk pergi disuatu ladang dan sampai disana ia memukul Habel dan membunuhnya. Lalu Tuhan menanyakan keberadaan Habel, karena akibat perbuatan Kain yang telah membunuh Habel maka ia mendapat kutuk dari Allah. Sungguh sangat menyayangkan kehidupan Kain, ini akibat dari perasaan panas dan iri hati Kain. Sungguh Tuhan mengadili perbuatan Kain. Apapun yang ditabur Kain akan pula dituainya sendiri.

 

4.     Air Bah

Ketika Kain mulai membangun keluarganya, akhirnya mulai bertambah banyak lagi keturunan. Ada seorang yang bernama Nuh, ia adalah hamba yang taat dan bergaul dengan Allah. Nuh dan istrinya memperanakkan 3 anak laki-laki yaitu Sem, Ham dan Yafet. Dalam jumlah manusia yang tidak dapat terhitung dan bumi telah penuh dengan dosa, maka Tuhan menghendaki terjadinya air bah.  Namun, disisi lain Tuhan melihat sebuah keluarga yang harmonis dan taat pada Allah, maka Allah menyelamatkan Nuh bersama keluarga dengan memerintahkan bahwa Nuh harus membuat bahtera yang besar. Karena Nuh tunduk dan taat pada Allah maka dilakukannya Nuh untuk membuat bahtera itu dengan penuh sukacita, apapun yang diperintahkan Tuhan, akan Nuh lakukan karena ia percaya dan ia beriman. Ketika bahtera itu selesai, maka masuklah Nuh bersama keluarga dan para binatang sepasang lainnya dalam bahtera itu. Datanglah air bah meliputi bumi itu selama 40 hari 40 malam, dan Nuh bersama isi bahtera itu menjadi selamat dari air bah yang menimpa. Allah memberkati keluarga Nuh dan berfirman “Beranakcuculah, penuhilah bumi”.

 

5.     Menara Babel

Setelah kejadian air bah, lalu bertambahnya jumlah manusia di bumi  yang tidak mencerminkan Allah dalam hidup mereka. Mereka mendirikan menara Babel untuk mencari kepentingkan diri sendiri, angkuh dan sombong bahkan mereka ingin memashyurkan nama mereka sendiri. Peristiwa ini membuat Allah begitu murka, lalu Allah tidak segan-segannya merubuhkan menara Babel. Alasan Allah melakukan hal itu, karena Allah mau mereka sadar bahwa mereka telah melakukan perbuatan keji bagi Allah. Allah menghukum mereka dengan memecah-mecahkan bahasa mereka, sehingga tidak lagi berkomunikasi satu sama lain dan Allah membuat mereka menjadi tersebar di seluruh muka bumi.

 

 

 

6.     Bapak leluhur

Setelah bertambahnya keturunan, maka lahirlah seorang bernama Abraham, anak yang soleh dan takut akan Allah. Abraham memiliki sebuah keluarga kecil, yakni istrinya Sara dan anaknya Ismael dan Ishak. Suatu hari Abraham ingin mempersembahkan Ishak kepada Tuhan di sebuah bukit persembahan. Memang  Abraham tidak mudah untuk melakukan hal itu karena ia sangat menyayangi anaknya, namun karena ia telah berjanji kepada Tuhan untuk mempersembahkan Ishak akhirnya ia berani melakukan hal itu. Abraham memiliki hati yang tulus pada Tuhan sehingga ia sebut (bapa orang beriman) dan karena ketulusan hatinya, Tuhan menggantikan Ishak dengan anak domba sebagai korban persembahan bagi Tuhan. Abraham begitu bersyukur karena kasih Tuhan mengasihinya. Suatu hari Tuhan memberi 4 janji kepada Abraham yaitu: Keturunan seperti bintang di langit dan pasir di laut, bangsa yang besar, tanah, dan menjadi berkat. Sungguh Tuhan luar biasa dalam kehidupan Abraham. Awalnya Abraham ragu akan janji Allah, namun dalam keraguannya ia tidak menolak perintah Allah. Ketika Ishak bertambah usia, lalu Ishak menikahi ribka dan mereka memiliki 2 anak laki-laki yaitu Esau (kakak) dan Yakub (Adik).

Ada perbedaan antara Esau dan Yakub yaitu, Esau memiliki kulit tubuh yang berbulu dan lebih disayang Ishak sedangkan Yakub tidak berbulu namun disayang Ribka. Setiap hari Esau mengisi kegiatannya dengan pergi berburu. Waktu Ishak usia tua matanya sudah rabun, sehingga Yakub memakai kesempatan itu untuk menipu ayahnya dengan mencoba menyamar seperti Esau kakaknya,  mengenakan kulit domba pada tangannya untuk bisa mengelabui ayahnya untuk mengambil hak kesulungan dari Esau Kakaknya. Yakub pergi menghadap ayahnya dan meminta berkat dan berkata: “Berkati Aku Ayah”. Ayahnya bertanya kepadanya: Apakah Engkau Esau ?. Yakub menjawab dan menipu ayahnya “Ya Ayah, saya ini Esau“ Lalu Ayahnya meraba tangan Yakub untuk meyakinkan kalau itu adalah Esau karena dari suaranya sepertinya itu adalah suaranya Yakub, setelah Ayahnya meraba tangan Yakub dan memastikan bahwa itu adalah Yakub…lalu Ayahnya memberkati Yakub.

Pada waktu Esau pulang dari padang, dia datang kepada ayahnya kemudian ayahnya bertanya “siapakah engkau?, apakah engkau Esau?”. Lalu Esau berkata “ya bapa, ini aku Esau anakmu”. Lalu ayahnya menjadi bingung dengan siapakah rupa seorang Esau tadi. Karena Yakub merasa ketakutan akhirnya ia memilih untuk pergi lari dari Esau.

Di tanah israel, Yakub memiliki 12 anak namun, ia lebih menyayangi Yusuf dan Benyamin. Suatu ketika Yusuf bermimpi bahwa akan ada 11 bintang sujud menyembah kepadanya dan berkas-berkas gandum menyembah berkas gandumnya. Hal ini diceritakan Yusuf kepada saudaranya, Namun ketika mendengar hal itu mereka menjadi marah dan merasa seolah-olah Yusuf menggambarkan diri mereka yang sujud menyembah. Hari telah tiba dimana saudara Yusuf mengajak Yusuf untuk pergi mengembala. Namun dibalik itu Yusuf dibuang ke dalam sumur dan datanglah seorang saudagar kaya yang sedang lewat dalam perjalanan, Saudara – sudara Yusuf pun menarik kembali Yusuf dari dalam sumur itu dan menjualnya kepada Saudagar tersebut.. Di Mesir Yusuf mendapat fitnaan dan tuduhan telah berani menggoda dan memperkosa  istri Potifar namun kenyatannya Yusuf adalah anak yang takut akan Tuhan dan tidak berani melakukan hal itu. Yusuf di bawa kedalam penjara, namun di dalam penjara itu Tuhan memakai Yusuf untuk menjadi alat dan berkat, sehingga kepala penjara di istana itu begitu sangat menyayangi Yusuf. Tiba-tiba raja Firaun bermimpi akan ada 7 ekor sapi yang gemuk keluar dari sungai Nil dan memakan rumput dan 7 ekor sapi yang gemuk itu dimakan lagi oleh 7 ekor sapi yang kurus.

Raja Firaun sangat gelisah dengan mimpi tersebut dan memimnta orang untuk mengartikan mimpinya itu, tetapi tidak ada seorangpun yang dapat mengartikan mimpi dari Raja itu, Lalu kepala penjara itu berkata kepada Raja kalau di penjara itu ada seorang anak muda yang luar biasa yang bisa mengartikan mimpi Raja, lalu Yusuf diminta oleh Raja untuk mengartikan mimpinya. Mulai dari sini Raja Firaun menjadi percaya dan mengangkat Yusuf menjadi tangan kanan raja yang menguasai kerajaan Mesir. Dalam masa pemerintahan Yusuf, ia bermimpi bahwa akan ada kelaparan selama 7 tahun di Mesir dan Yusuf mulai mempersiapkan bahan makanan mereka dan disimpannya di suatu lumbung. Tiba-tiba kelaparan datang menimpa dan keluarga Yusuf pergi ke Mesir membeli makanan, dan akhirnya Yusuf bertemu mereka dan mengampuni mereka, Yusuf pun meminta Ayahnya dan semua saudara–saudaranya untuk pindah ke Mesir, Yakub dan semua anak–anaknya pindah dan tinggal menetap di Mesir dan menjadi satu bangsa yang besar.

Orang Ibrani berkembang biak di Mesir dan menjadi satu bangsa yang besar, Raja Firaun mengeluarkan suatu perintah baru yaitu untuk membunuh semua anak laki-laki orang ibrani yang baru lahir di Mesir dengan menyuruh bidan-bidan yang menolong mereka waktu melahirkan untuk lansung membunuh kalau seandainya itu adalah bayi laki – laki yang lahir, namun bidan-bidan itu tidak melakukannya karena mereka takut akan Allah. Kemudian ada seorang ibu bernama Miryam yang baru melahirkan seorang anak laki-laki bernama Musa, karena ia takut dibunuh maka ia menyimpan bayi itu di sebuah keranjang dan meninggalkannya di sungai Nil. Akibat aliran arus sungai yang terus mengalir, sampailah bayi Musa itu di tempat permandian putri Firaun. Putri Firaun melihat dan jatuh hati dengan bayi itu, lalu putri Firaun mengambil keputusan untuk membesarkan bayi itu di istana atas seijin ayahnya.

Maka bertambahnya keturunan bangsa Israel yang besar, dan Firaun melakukan perbudakan kepada bangsa Israel selama 340 tahun. Bertumbuh dewasa, Musa menjadi anak yang taat pada perintah Tuhan, dan ia mengerti apa yang menjadi panggilan Tuhan untuk menyelamatkan bangsa yang besar. Akhirnya Musa melakukan hal itu, tentunya Firaun marah kepada Musa. Musa memimpin bangsa Israel untuk menghancurkan lembu emas, patung-patung berhala di Mesir. Akhirnya Musa dengan tegas beberapa kali menghadap Firaun untuk meminta membebaskan bangsa Israel. Firaun terus menolak perintah Allah dan permintaan Musa. Karena kekerasan hati Firaun, Tuhan memberi 10 tulah yakni: air menjadi darah, katak, nyamuk, lalat pikat, penyakit sampar pada ternak, barah, hujan es, belalang, gelap gulita, dan kematian anak sulung. Ketika Firaun mulai merasa lelah dengan peristiwa yang terjadi, akhirnya ia melepaskan dan membiarkan bangsa Israel untuk pergi dari Mesir. Musa memimpin bangsa Israel untuk keluar dari Mesir dan menyeberangi laut teberau dengan penyertaan Tuhan. Tuhan begitu mengasihi bangsa Israel, terbukti bahwa ia menjanjikan keselamatan kepada bangsa Israel.

Namun, perjalanan bangsa Israel tentunya belum habis, mereka harus mengembara di padang gurun selama 40 tahun. Tuhan menguji kesetiaan mereka namun sayangnya, bangsa Israel kembali bersungut-sungut karena kelaparan dan kehausan. Bangsa Israel berpikir bahwa Tuhan malah menghukum mereka dan membiarkan mereka mati di padang gurun ini. Walaupun Tuhan mendengar penderitaan bangsa Israel yang haus dan lapar, Tuhan memberikan roti yang di sebut maana bagi mereka. Kemudian bangsa Israel melanjutkan perjalanan ke gunung Sinai, dimana Tuhan memanggil Musa selama 40 hari untuk memberikan 10 perintah atau hukum Taurat. Alasan Tuhan memberikan perintah itu, supaya bangsa Israel mengerti bahwa Tuhan mau mereka mencerminkan Tuhan dalam hidup mereka. Namun kenyataannya tentu berbalik dari apa yang diharapkan. Setelah Musa turun dari gunung Sinai, Musa melihat lembu emas, patung berhala yang didirikan bangsa Israel bersama Harun.

 Musa menjadi marah kepada bangsa Israel dan ia memerintah bahwa hancurkan lembu emas dan patung berhala itu dari pada Tuhan. Bangsa Israel diberi kesempatan untuk melanjutkan perjalanan mereka hingga sampai di sebuah padang gurun yang bernama padang gurun Paran (Kadesh Barnea) dekat dengan tanah Kanaan, dimana Tuhan menyuruh Musa untuk mengutus 12 pengintai. Pergilah 12 pengintai itu selama 40 hari, mereka mencari tahu segala sesuatu yang ada pada Kanaan. Setelah 40 hari mengintai, maka datanglah 12 pengintai itu kembali kepada Musa dan membawa informasi penting. Ada 10 orang pengintai yang tidak yakin bahwa mereka bisa masuk, namun ada 2 orang pengintai yang dengan yakin bersama kuasa Tuhan, mereka bisa masuk dan mendapati tanah Kanaan itu. Ketika hal itu di dengar Tuhan, lalu nampaklah murka Tuhan. Tuhan memberikan konsekuensi kepada 10 pengintai itu bahwa mereka akan mati dan generasi mereka tidak akan masuk ke tanah Kanaan, melainkan untuk 2 orang pengintai keturunan mereka akan mewarisi tanah Kanaan.

 

Refleksi

Sungguh betapa hebat kuasa Tuhan, melalui proses yang panjang mulai dari penciptaan hingga janji keselamatan untuk bangsa yang berdosa. Tuhan menghendaki hal itu terjadi karena Ia begitu sangat menyayangi ciptaan-Nya. Memang dalam proses yang panjang ini tentu tidak mudah, tapi Tuhan terus menunjukkan kasih-Nya melalui bukti penyertaan-Nya. Terkadang dalam hidup manusia banyak sekali proses demi proses yang terjadi, itu adalah asalan dimana Tuhan mau membentuk pribadi dan karakter kita agar bisa mencerminkan Tuhan dalam hidup. Bangsa Israel adalah bangsa yang bebal dan pemberontak, akan tetapi Tuhan sama sekali tidak membenci mereka, Tuhan mengasihi semuanya tanpa Ia memandang baik buruk kita. Karena itu melalui peristiwa ini memberi pesan penting bahwa sekalipun kita menyakiti hati Tuhan, Tuhan selalu ada menolong dan menyertai kita sampai selama-lamanya. Belajarlah untuk tidak seperti bangsa Israel, dengan respon seperti ini mari belajar untuk menyenangkan hati Tuhan dan memberi Dia yang terbaik.

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CERITA RAKYAT

  SANGKURIANG      Sangkuriang merupakan cerita rakyat dari Jawa Barat. Dilansir dari buku Sangkuriang oleh Kak Seno, dahulu kala hiduplah s...