SEKILAS HEBOH, MASUK SEKOLAH JAM 5 PAGI DI
NTT
Ketika jam menunjukkan pukul 5
pagi, para siswa SMA di NTT dituntut untuk siap menerima ilmu di dalam kelas.
Ekspektasi demikian menjadi gagasan seorang Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT)
Viktor Bungtilu Laiskodat. SMA Negeri 6 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)
menjadi sekolah pertama di Kota Kupang yang menerapkan siswa-siswinya mengikuti
proses belajar mengajar tepat pukul 05.00 Wita, sejak Senin (27/2) kemarin. Salah
satu siswa bernama Fridolin Karim saat ditemui di sekolah menjelaskan, dia
mulai siap diri sejak pukul 03.30 Wita. Dia siap lebih awal karena harus
berjalan kaki dari rumah ke sekolah, selain tidak ada kendaraan umum, rumahnya
pun jauh dari sekolah. Menurut
rilis FSGI yang diterima, Selasa (28/2/2023), arahan kebijakan masuk jam 5 pagi
di SMA/SMK NTT itu diberikan Gubernur Viktor pada Kamis (23/2/2023) di aula
Biru Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT. Adapun dasar pertimbangan Pemprov NTT
adalah: Pertama, sekolah-sekolah berasrama seperti sekolah Katolik berasrama
atau pesantren yang memulai aktivitas masuk sekolah pada pukul 05.00 Wita
diawali dengan ibadah bersama, senam bersama, baru mulai aktivitas kegiatan
belajar mengajar. Kedua, aktivitas jual beli di pasar-pasar tradisional di Kota
Kupang biasa dilakukan sejak pukul 03.00 Wita. Sehingga kebijakan masuk sekolah
pukul 05.00 Wita ini dipandang sebagai masalah sederhana yang lama kelamaan
menjadi kebiasaan yang dapat diterima masyarakat. Ketiga, kajian geografis
menyebut bahwa perputaran Bumi saat ini begitu cepat dan Matahari sudah terbit
pada pukul 05.00 Wita. Beberapa pendapat menguraikan berbagai kajian tentang
dampak buruk bagi anak-anak yang kurang istirahat tidur, maka kebijakan masuk
sekolah pukul 5 Wita akan berdampak buruk pada tumbuh kembang anak, termasuk
pada kesehatan dan kemampuan belajarnya. Usia anak menurut UU Perlindungan Anak
adalah 0-18 tahun. Apalagi untuk anak-anak berkebutuhan khusus, karena
anak-anak SLB juga masuk pukul 5 Wita. Apabila sang anak tidak cukup waktu
tidurnya, ada dua fase yang sangat mugkin bisa terganggu. Dalam jangka panjang,
kesehatan tubuh dan juga pertumbuhan otaknya dapat terpengaruh. Badan jadi
mudah lelah, namun prestasi belajar anak juga akan jadi taruhannya. Sebuah
studi membuktikan bahwa anak-anak yang kurang jam tidurnya cenderung memiliki
mood yang tidak stabil, mudah marah, sulit konsentrasi ketika melakukan sesuatu
dan mengalami penurunan kemampuan belajar ketika di sekolah. "Tidak hanya
untuk saat ini, kemampuan belajarnya bertahun-tahun ke depan juga bisa ikut
terpengaruh," ujar Retno. Stres dan pola hidup tidak sehat sering kali
menjadi penyebab seseorang kurang tidur. Padahal, kebutuhan manusia akan tidur
setara dengan kebutuhan dasar lainnya, seperti makan dan bernapas. Bila
dibiarkan, kurang tidur dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar